Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Doraemon : Stand By Me

Kamis, 14 Agustus 2014
0 komentar
Tokyo, SPOILER ALERT! Artikel ini mengungkap sedikit jalan cerita Stand By Me Doraemon!

Lama ditunggu para penggemarnya, akhirnya Stand By Me Doraemon telah tiba di hari penayangan perdana di Jepang, Jumat (8/8/2014) hari ini.
Merujuk dari salah satu review di Eiga.com (6/8/2014), `Stand By Me Doraemon` yang menjadi film CG 3D pertama Doraemon, memiliki nuansa yang jauh lebih mengharukan ketimbang serial televisi maupun film-film animasi Doraemon sebelumnya.
Melalui trailer dan beberapa kabar yang ada sebelumnya, `Stand By Me Doraemon` diasumsikan bakal menjadi film terakhir sang robot kucing biru dan kawan-kawannya.
Akan tetapi, film animasi 2D terbaru Doraemon ternyata masih tayang tahun depan. Sehingga, film ini bisa dikatakan hanya sebagai "kisah terakhir dari pertemuan antara Doraemon dan Nobita demi sebuah masa depan yang bahagia".
Menurut ulasan dari Eiga.com, film ini menyuguhkan berbagai adegan yang diambil dari episode-episode serial televisi anime Doraemon. Hasil arahan sutradara Takashi Yamazaki dan Ryuichi Yagi ini, dibilang memiliki keindahan luar biasa dalam memamaparkan tampilan grafis komputer.
Salah satu keindahan yang disajikan secara apik di film ini adalah adegan Doraemon, Nobita, Shizuka, Gian, dan Suneo sedang berada di atas langit serta ketika mereka menggunakan Baling-baling Bambu (Take-copter) untuk bepergian.
Penampilan Doraemon dalam bentuk CG pun disajikan sedemikian rupa hingga penonton bisa merasakan kehadiran sang robot kucing secara nyata. Ditambah lagi, film ini menampilkan adegan yang mengingatkan pada serial televisi hingga membuat penonton dewasa serasa bernostalgia.
Kehangatan hati dalam cerita yang pernah dituangkan oleh Fujiko Fujio pun terasa sangat kental. Momen "Doraemon Kembali" dan "Selamat Tinggal Doraemon" kabarnya diperlihatkan secara mengharukan.
Kepiawaian pengisi suara seperti Wasabi Mizuta, Megumi Ohara, serta Yumi Kakazu, mampu membuat karakter dalam `Stand By Me Doraemon` terkesan natural. Ditambah lagi saat alunan musik yang dimainkan oleh Motohiro Hata dan Naoki Sato diputar.
Shizuka menjadi salah satu tokoh penting bagi film ini. Kita melihat di dalam trailernya bagaimana Nobita dan Shizuka pergi berduaan untuk pertama kali hingga mereka tertimpa masalah berat. Terlebih lagi, film ini juga bakal membuat Nobita bersatu dengan Shizuka sebagai suami-istri.
Isu pernikahan keduanya pun diangkat, namun perpisahan Nobita dengan Doraemon seolah menjadi pengorbanan besar bagi Nobita demi bisa meraih masa depan rumah tangga yang didambakannya.
Di Jepang, Stand By Me Doraemon sudah mulai tayang mulai hari ini (8/8/2014). Sedangkan jadwal penayangan secara internasional maupun di Indonesia masih belum diumumkan sama sekali.

Selengkapnya -->

R.I.P. Robin Williams

0 komentar

Dunia hiburan kembali membawa berita duka yang mendalam. Salah satu aktor besar yang biasa tampil di film komedi, Robin Williams, telah menutup mata di usia 63 tahun. Aktor ini ditemukan tewas di rumahnya, Tiburon, Calif. pada hari Senin waktu setempat.

Penyebab kematiannya dipercaya dikarenakan bunuh diri karena ditemukan dalam keadaan asphyxia atau ditandai dengan kondisi darah yang kekurangan oksigen dan tingginya kandungan karbon dioksida, seperti yang diungkap oleh pejabat Koroner Tiburon.

Menurut publisis-nya, yang mengkonfirmasi berita ini, Williams memang sedang berjuang melawan depresi dan sebelum kematiannya tengah memasuki rehab dalam mengatasi kecanduannya terhadap obat-obatan terlarang.

Beikut pernyataan sang istri tercinta, Susan Schneider, terhadap kematian Williams, seperti yang dikutip dari Variety:

“I am utterly heartbroken. On behalf of Robin’s family, we are asking for privacy during our time of profound grief. As he is remembered, it is our hope the focus will not be on Robin’s death, but on the countless moments of joy and laughter he gave to millions.”

Kantor Sherrif Marin County menerima panggilan 911 dari kediaman Williams pada hari Senin, pukul 11.55 siang, yang menyebutkan jika Williams telah diketemukan dalam keadaan tidak sadar dan tidak bernafas. Tim paramedis tiba pada sekitar pukul 12 siang dan mengumumkan kematiannya pada pukul 12.02 siang.

Williams terakhir kali terlihat oleh sang istri pada pukul 10 malam di hari Minggu. Otopsi rencananya akan dilakukan pada hari Selasa, 12 Agustus di Kantor Koroner Marin County.

Williams meninggalkan seorang istri dari perkawinan ketiganya dan tiga orang anak, Zachary, Zelda dan Cody dari dua perkawinan pertamanya.

Pria bernama lengkap Robin McLaurin Williams lahir di Chicago, Illinois, tanggal 21 Juli 1951. Film pertamanya adalah sebuah komedi berjudul Can I Do It 'Till I Need Glasses? di tahun 1977.

Namun ia populer berkat serial Mork & Mindy yang tayang di tahun 1978 hingga 1982 dimana Williams berperan sebagai alien. Selanjutnya ia banyak bermain di film layar lebar yang berkesan karena aktingnya yang gemilang.

Aktingnya dalam Good Morning, Vietnam (1987) menganugerahinya nominasi Oscar pertama, meski ia baru menyabetnya 10 tahun kemudian melalui film Good Will Hunting (1997). Di antaranya ia sudah mendapatkan nominasi melalui beberapa film, yaitu Dead Poets Society (1989) dan The Fisher King (1991).

Dalam rentang karir nyaris 4 dekade, Williams telah berperan di 81 film dengan sebagian besar menjadi favorit banyak orang. Sebut saja Hook (1991), Aladdin (1992), Mrs. Doubtfire (1993), Jumanji (1995) dan banyak lagi.

Williams terkenal akan ciri khas yang suka melakukan improvisasi. Bahkan sebagian besar dialog di film Aladdin adalah hasil improvisasinya. Tapi, karena itulah ia menjadi unik dan menjadi pilihan banyak sutradara.

Meski telah tutup usia, Williams masih meninggalkan beberapa film yang bisa kita tonton nantinya, seperti Night at the Museum: Secret of the Tomb yang siap tayang di musim panas ini.

Selamat jalan Robin Williams. Terimakasih untuk semua keceriaan yang telah Anda sematkan ke hati kami, para pecinta film. Will be missed!
Selengkapnya -->

Studio Ghibli Menutup Divisi Animasinya

0 komentar

Dibilang mengagetkan sebenarnya tidak juga, karena rumor tentang ini sudah berhembus beberapa bulan terakhir. Tapi saat Studio Ghibli secara resmi mengumumkan menutup divisi animasi mereka, mau tidak mau rasa sedih dan haru pun menyergap.

Yep, akhirnya Studio Ghibli, Inc. (株式会社スタジオジブリ Kabushiki-gaisha Sutajio Jiburi), melalui berita yang disampaikan oleh General Manager-nya, Toshio Suzuki, memutuskan untuk tidak memproduksi film animasi lagi. Studio yang berbasis di  Koganei, Tokyo, Jepang ini berdiri di tahun 1985 setelah sukses film karya maestro Hayao Miyazaki, Nausicaä of the Valley of the Wind, dengan Laputa: Castle in the Sky sebagai film pertama yang diproduksi. Selanjutnya tinggal sejarah. Ghibli membuktikan jika mereka merupakan nama paten untuk film-film animasi yang berkelas. Dunia Ghibli adalah dunia magis, penuh warna, humanis dan menyentuh.

Namun Miyazaki sudah memutuskan untuk pensiun setelah film terakhirnya, The Wind Rises (2013), dan Ghibli tidak memiliki pengganti yang cukup kuat untuk menggantikannya, sehingga tidak heran jika keputusan penutupan ini diambil.

Dua film terakhir Ghibli, When Marnie Was There dan The Tale of Princess Kaguya tidak mendapat prestasi yang menggembirakan dari segi Box-Office, meski tidak bisa dibilang gagal juga. Tapi dengan biaya produksi film animasi yang tinggi, memang akan sulit untuk studio untuk tetap bisa berproduksi jika tidak diimbangi oleh pemasukan yang memadai.


Selama ini kesuksesan Ghibli adalah karena hadirnya film-film Miyazaki yang sangat berkesan, seperti Castle in the Sky, My Neighbour Totoro, Kiki's Delivery Service, Porco Rosso, Princess Mononoke, Spirited Away, Howl's Moving Castle, Ponyo dan tentunya The Wind Rises. Bahkan Spirited Away mempersembahkan sebuah Oscar untuk Ghibli sebagai Film Animasi Terbaik.

Tapi Ghibli tidak hanya memiliki Miyazaki. Ia juga mempersembahkan banyak film-film bagus karya Isao Takahata, seperti Graves of the Fireflies, Only Yesterday, Pom Poko, dan My Neighbors The Yamadas. Sayangnya film terbaru Takahata setelah absen selama 14 tahun, The Tale of Princess Kaguya tidak mendapat penghasilan yang memadai. Dengan bujet sekitar ¥5 miliar, film hanya sanggup mengumpulkan sekitar  ¥2.5 miliar saja.

Beberapa generasi baru, termasuk putra kandung Miyazaki, Goro Miyazaki, ternyata tidak mampu memberikan film-film yang berkesan atau cukup sukses di pasaran, sehingga proses regenerasi di Ghibli bisa dikatakan mandeg. Dengan adanya kondisi ini tidak mengherankan jika Ghibli kemudian memutuskan untuk tidak lagi memproduksi film animasi.

Tapi menurut Suzuki, bukan berarti Ghibli tutup secara keseluruhan, karena divisi yang menangani musik video, advertorial dan sebagainya masih akan tetap berjalan seperti biasa. Menurut Suzuki saat ini divisi animasi akan melakukan restrukturisasi dan merencanakan apa yang akan dilakukan ke depannya.
Selengkapnya -->

Festival Film Bandung 2014

0 komentar

Forum Film Bandung bersama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Padepokan Seni Mayang Sunda Kota Bandung, dan SCTV baru saja mengumumkan secara resmi deretan peraih nominasi di Festival Film Bandung 2014 (FFB 2014) yang akan bersaing memperebutkan piala pada malam puncak yang direncanakan akan diselenggarakan pada 13 September mendatang di Monumen Perjuangan Bandung.

Setidaknya terdapat 19 kategori akan dibagikan di perhelatan tahunan yang telah memasuki usia ke-27 ini dengan perincian 11 kategori untuk film bioskop, 3 kategori untuk serial televisi, dan 5 kategori untuk film televisi. Berdasar penuturan dari Ketua FFB 2014, Eddy D Iskandar, penyeleksian untuk kategori film bioskop dimulai dari 1 Mei 2013 hingga 31 Juli 2014 dengan total keseluruhan mencapai 123 judul film nasional dan 160 judul film impor.

Dari ratusan judul tersebut, tim penilai lantas mengerucutkannya menjadi 17 judul film yang lantas disebar ke 11 kategori. Soekarno dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck tercatat sebagai peraih nominasi terbanyak pada gelaran tahun ini dengan total masing-masing 9 nominasi.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah nominasi lengkap Festival Film Bandung 2014 di kategori film bioskop:

Film Terpuji
- Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (Soraya Intercine Film)
- Soekarno (MVP Film)
- Sang Kiai (Rapi Film)
- Adriana (Visi Lintas Films)
- Sokola Rimba (Miles Films)

Pemeran Utama Pria Terpuji
- Ikranagara (Sang Kiai)
- Joe Taslim (La Tahzan)
- Ario Bayu (Soekarno)
- Herjunot Ali (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Alex Komang (Sebelum Pagi Terulang Kembali)

Pemeran Utama Wanita Terpuji
- Atiqah Hasiholan (La Tahzan)
- Adinia Wirasti (Laura dan Marsha)
- Prisia Nasution (Sokola Rimba)
- Pevita Pearce (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Eriska Rein (Bajaj Bajuri The Movie)

Pemeran Pembantu Pria Terpuji
- Adipati Dolken (Sang Kiai)
- Kevin Julio (Adriana)
- Tanta Ginting (Soekarno)
- Reza Rahardian (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Nobuyuki Suzuki (12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya)

Pemeran Pembantu Wanita Terpuji
- Raline Shah (99 Cahaya di Langit Eropa)
- Marisa Anita (Selamat Pagi, Malam)
- Maudy Koesnaedy (Soekarno)
- Meriam Bellina (Slank Gak Ada Matinya)
- Renata Kusmanto (Ketika Tuhan Jatuh Cinta)

Sutradara Terpuji
- Rako Prijanto (Sang Kiai)
- Fajar Nugros (Adriana)
- Riri Riza (Sokola Rimba)
- Sunil Soraya (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Hanung Bramantyo (Soekarno)

Penulis Skenario Terpuji
- Leleleila (Adriana)
- Riri Riza (Sokola Rimba)
- Donny Dhirgantoro dan Imam Tantowi (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Oka Aurora (12 Menit Kemenangan Untuk Selamanya)
- Lucky Kuswandi (Selamat Pagi, Malam)

Editor Terpuji
- Cesa David Luckmansyah (Soekarno)
- Cesa David Luckmansyah (Sang Kiai)
- Bounty Umbara (Comic 8)
- Ryan Purwoko (99 Cahaya di Langit Eropa)
- Sasta Sunu (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)

Penata Kamera Terpuji
- Muhammad Firdaus (Sang Kiai)
- Yadi Sugandi (Adriana)
- Yudi Datau (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Fauzan Rizal (Soekarno)
- Enggar Boediono (99 Cahaya di Langit Eropa)

Penata Artistik Terpuji
- Frans XR Paat (Sang Kiai)
- Samuel Watimena (Tenggelamnya Kapal Van der Wijck)
- Oscart Firdaus (Sebelum Pagi Terulang Kembali)
- Ikent Arthefact (Marmut Merah Jambu)
- Allan Sebastian (Soekarno)

Penata Musik Terpuji
- Indra Lesmana (Adriana)
- Aksan Sjuman (Sokola Rimba)
- Tia Subiakto Satrio (Soekarno)
- Joseph S. Djafar (99 Cahaya di Langit Eropa)
- Andhika Triyadi (Laskar Pelangi Sekuel 2: Edensor)
Selengkapnya -->

Film Indonesia Rilis Bulan Agustus 2014

0 komentar
Meski euforia beberapa film pengisi libur Lebaran belum juga berakhir, namun beberapa film baru telah siap menyapa di bulan Agustus ini. Setidaknya sembilan film akan diluncurkan dengan highlight pada film satir politik yang menandai kembalinya Lola Amaria di bangku penyutradaraan, produksi kerjasama Brunei-Indonesia untuk film komersil pertama yang dimiliki Brunei, extended version dari Soekarno: Indonesia Merdeka, serta film komedi berlatar Singapura yang diramaikan Olga dan sahabat-sahabatnya.

Untuk lebih lengkapnya, inilah film-film Indonesia yang dirilis pada Agustus 2014:


1. Hantu Pohon Boneka

Sinopsis :  Sepeninggal sang ayah, Lisa bersama ibu dan adik-kakaknya memutuskan untuk pindah rumah. Dalam perjalanan menuju rumah baru, mereka melewati Pohon Boneka, sebuah pohon misterius yang digantungi banyak boneka. dan tanpa sengaja melanggar pamali. Tidak terjadi apapun sampai Lisa menyadari ada yang berbeda dari adiknya, Vivi, dan serangkaian kejadian aneh pun terjadi. Gangguan yang semula kecil, perlahan-lahan semakin mengancam keselamatan penghuni rumah.
Sutradara : Nayato Fio Nuala
Penulis Naskah : Baskoro Adi
Pemain : Nana Mirdad, Stuart Collin, Ayu Dyah Pasha, Icha Anisa, Reska Tania
Tanggal rilis : 7 Agustus 2014


2. Suka Suka Super Seven dan Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang

Sinopsis :  Film ini mengisahkan tiga cerita. Di antaranya tentang Super 7 saat dilanda krisis. Dibantu oleh manajemen, mereka mengunjungi rumah singgah penderita kanker dan daerah kumuh di Jakarta yang lantas menyadarkan mereka bahwa hidup tidak selalu berjalan mulus sesuai harapan.
Sutradara : Geri Busye
Penulis Naskah : Geri Busye
Pemain : Super 7, Bastian Bintang Simbolon, Tissa Biani, Chelsea Terriyanto, Bagas RD Saputra
Tanggal rilis : 7 Agustus 2014


3. Mengejar Malam Pertama

Sinopsis : Doni, seorang cowok narsis berotak mesum anti komitmen, harus segera menikah demi memenuhi permintaan sang ibu. Yang menjadi kendala, Doni belum memiliki calon dan audisi pencarian istri yang digelarnya pun tak membuahkan hasil. Tanpa sengaja, dalam sebuah kesempatan, Doni bertemu Gysta, putri dari teman lama sang ibu. Keduanya dijodohkan. Setelah ijab Kabul dan resepsi selesai, Doni dan Gysta menghadapi momen penting yang selalu ditunggu oleh semua pasangan pengantin baru: malam pertama. Jutaan bayangan indah tentang malam pertama mendadak runyam dengan berbagai gangguan tak terduga. Dalam perjuangan mengejar malam pertama inilah, Doni justru mendapatkan banyak pelajaran indah tentang sebuah pernikahan yang bukan hanya tentang seks semata.
Sutradara : Fransiska Fiorella
Pemain : Acha Septriasa, Ananda Omesh, Anwar Fuady, Dallas Pratama, Pangky Suwito
Penulis Naskah : Wenda Koiman
Tanggal rilis : 14 Agustus 2014


4. Negeri Tanpa Telinga

Sinopsis : Naga, seorang tukang pijat yang sangat mencintai istrinya terlibat dalam kegilaan politik yang tidak diinginkannya lantaran terlalu banyak mendengar; Ketua Partai Amal Syurga bekerja sama dengan importir daging domba berusaha memanipulasi uang negara untuk keuntungan partainya, dan Piton dari Partai Martobat yang berambisi besar menjadi presiden berusaha mendapatkan dana sebanyak-banyaknya dengan menggunakan pengaruhnya di parlemen.
Sutradara : Lola Amaria
Penulis Naskah : Indra Tranggono, Lola Amaria
Pemain : Teuku Rifnu Wikana, Ray Sahetapy, Jenny Zhang, Lukman Sardi, Tanta Ginting, Kelly Tandiono
Tanggal rilis : 14 Agustus 2014


5. Soekarno: Extended Version

Sinopsis : Versi lebih panjang, kurang lebih sekitar 14 menit, yang memuat adegan-adegan dipotong dari film Soekarno: Indonesia Merdeka yang dirilis pada Desember tahun lalu.
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Hanung Bramantyo, Ben Sihombing
Pemain : Ario Bayu, Lukman Sardi, Maudy Koesnaedi, Tika Bravani, Tanta Ginting
Tanggal rilis : 14 Agustus 2014


6. Taman Langsat Mayestik

Sinopsis : Tidak puas dengan pemilihan pemain di film garapannya, seorang sutradara mengajak timnya untuk melakukan semacam audisi di salah satu lokasi angker, Taman Langsat Mayestik. Keputusan ini lantas harus dibayar mahal oleh tim produksi saat kejadian demi kejadian aneh, ganjil, dan menyeramkan mulai menimpa mereka. Bahkan, penunggu taman pun tak segan-segan meminta tumbal nyawa.
Sutradara : Eka Katili
Produser : KK Dheeraj
Pemain : Metta Permadi, Ki Joko Bodo, Fauzi Imam, Andreano Philip, Hendra Xoix
Tanggal rilis : 21 Agustus 2014


7. Yasmine
Sinopsis : Kekecewaan karena cinta dan tidak berhasil memasuki sekolah unggulan dilampiaskan Yasmine dengan bergabung di sebuah klub silat bersama kedua sahabatnya. Di bawah bimbingan pelatih silat, Yasmine dan sahabatnya berlatih dengan giat untuk kejuaraan silat tingkat nasional. Pada mulanya semua aktivitas Yasmine ini disembunyikan dari sang ayah, Fahri. Tapi lambat laun, Fahri mengetahui semua kegiatan Yasmine dan memutuskan untuk menghentikan aktivitas Yasmine sebagai upaya menyelamatkan Yasmine dari kejatuhannya sendiri meskipun ada rahasia besar yang Fahri simpan erat-erat dari Yasmine.
Sutradara : Siti Kamaluddin
Penulis Naskah : Salman Aristo
Pemain : Liyana Yus, Reza Rahadian, Roy Sungkono, Dwi Sasono, Agus Kuncoro, Nadiah Wahid
Tanggal rilis : 21 Agustus 2014
Catatan : Film komersil pertama asal Brunei yang merupakan produksi joint venture Brunei-Indonesia dengan melibatkan sejumlah pekerja film asal Indonesia.


8. Ma'rifat Cinta
Sinopsis : Ambisi Arumi untuk meraih cintanya, menjadikan dia keras kepala. Lukman, yang sangat dikagumi Arumi, menikah dengan Jean, kekasih yang sudah lama dipacarinya. Tiga tahun berselang, Arumi dipertemukan kembali dengan Lukman di kampus tempat mereka dulu sama-sama belajar. Lukman menjadi dosen dan Arumi aktif membantu semua kegiatan kampus. Kehadiran Lukman membuat Arumi semakin yakin bahwa dia akan mendapatkan Lukman, meskipun harus menerobos takdir.
Sutradara : Fernes Feriana
Produser : Partono Wiraputra
Pemain : Intan Permata Dewi, Waqid Shebly, Ryan Putri, Olivia Zalianty, Misye Arsita
Tanggal rilis : 28 Agustus 2014


9. Olga & Billy Lost in Singapore

Sinopsis : Tidak mendapatkan pekerjaan di Jakarta, Olga mengajak adiknya, Billy, berlibur sejenak ke Singapura. Sesampainya di sana, ketika Olga berniat mengajak Billy berkeliling bersama Tara, Billy tiba-tiba menghilang. Terpisah dari rombongan lantaran kelewat sok tahu. Billy pun luntang lantung tak tentu arah, sementara Olga panik. Di tengah kondisi yang memusingkan dan melelahkan ini, Billy berjumpa dengan Anggrek, mahasiswi asal Singapura. Perkenalan yang diawali rasa saling tidak suka ini perlahan tapi pasti memperlihatkan percik-percik asmara seiring berjalannya waktu.
Sutradara : Ronny Mepet
Produser : Gope T Samtani
Pemain : Olga Syahputra, Raffi Ahmad, Billy Syahputra, Syahnaz Shadiqa, Tarra Budiman, Chand Kelvin
Tanggal rilis : 28 Agustus 2014
Selengkapnya -->

7 Film Indonesia Terbaik Tahun 2000 ke atas (versi my.mus)

Kamis, 03 Juli 2014
0 komentar

1. GIE (2005)
Mungkin film pertama Indonesia yang mengisahkan tokoh nyata yang tidak jatuh menjadi sekadar puja-puji, tapi berusaha menghadirkan sang tokoh dari segala sisinya. Kisah tokoh ini--meski yang tampak tokoh yang tersisihkan zaman--rasanya masih bicara pada zaman saat tokoh-tokoh terhormat dari senayan diperiksa karena korupsi, dan semangat materialisme sangat merasuki kehidupan masyarakat. Film ini bercerita mengenai sosok Soe Hok Gie (Nicholas Saputra), seorang aktifis mahasiswa sastra UI yang melihat keadaan bangsa semakin carut marut karena konflik politik pada 1965. Bahkan setelah revolusi terjadi, keadaan bangsa justru semakin kacau. Fotografi film ini juga unik, karena mencoba "menghidupkan" kembali warna film Indonesia tahun 1970an. disutradarai oleh Riri Reza, film ini berhasil meraih tiga piala citra termasuk film terbaik dari 11 nominasi pada FFI 2005.

2. Sang Penari (2011)
Sang Penari adalah film besutan sutradara Ifa Isfansyah. Bersama Salman Aristo dan Shanty Hermayn, ia membedah trilogi novel Ahmad Tohari (Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jentera Bianglala) dan menyusunnya kembali menjadi sebuah naskah film. Dengan bijak, para pembuat film menaruh peringatan di awal film, bahwa Sang Penari sekadar “terinspirasi” oleh novel karya Ahmad Tohari. Jadi, Sang Penari bukanlah replika sinematik dari apa yang sudah Tohari tuliskan di atas  kertas. Film tersebut sebatas interpretasi para pembuat film. Bercerita mengenai kisah cinta seorang penari ronggeng di dukuh paruk, Srintil (Prisilia Nasution) dengan Rasus (Oka Antara) di tengah terjadinya tsunami sosial-politik 1965. Pada FFI 2011 film ini berhasil meraih 4 piala citra termasuk film terbaik dari 10 nominasi.

3. Nagabonar Jadi 2 (2007)
Nagabonar (Deddy Mizwar) sudah memiliki perkebunan luas kelapa sawit, sementara istri, emak, dan sahabat karibnya sudah meninggal dan dikubur di perkebunan itu juga. Suatu hari ia diminta anaknya, Bonaga (Tora Sudiro) yang lulusan S2 luar negeri dan sudah jadi pengusaha properti, untuk datang ke Jakarta. Begitu sampai di Jakarta, mulailah komedi berlangsung. Yang jadi bahan di film ini adalah membenturkan nilai-nilai lama--khususnya nasionalisme zaman 45--dengan kondisi sosial-politik-ekonomi Indonesia 2007 yang penuh kepincangan dan korupsi. Merupakan lanjutan dari film Nagabonar (1986), film yang di sutradarai Deddy Mizwar ini menjadi film komedi terbaik 10 tahun terakhir dengan mendapatkan 7 piala citra dari 11 nominasi pada FFI 2007, dan mendapat 2 penghargaan di IMA 2008.

4. Laskar Pelangi (2008)
Diangkat dari novel laris Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, film yang disutradai oleh Riri Reza ini bercerita tentang semangat 10 anak-anak miskin Balitong dalam menempuh pendidikan di sebuah sekolah yang juga miskin, meski demikian mereka dapat mengukir prestasi. Film ini menggambarkan bagaimana kontrasnhya pendidikan antara simiskin & sikaya. Film yang berstting tahun 1970an ini telah diputar di lebih dari 20 festival mancanegara, dan juga memenangkan beberapa penghargaan bergengsi dunia, meski film ini tak diikutkan FFI.

5. Ada Apa Dengan Cinta (2002)
Film tersebut merupakan karya perdana banyak talenta di bidang produksi film, termasuk Sang Sutradara, Rudi Soedjarwo. Terjualnya 2,5 juta tiket film ini di loket box office membuatnya tercatat sebagai film yang berhasil mengajak penonton muda Indonesia kembali berkunjung ke teater bioskop. Bahkan, film ini sempat dirilis di bioskop di Jepang dan Malaysia, juga ditayangkan di televisi Australia dan Perancis, sekaligus mengantarkan Rudi Soedjarwo pada piala kemenangan sebagai Sutradara Terbaik dan Dian Sastrowardoyo sebagai Aktris Utama Terbaik di ajang FFI 2004.

6 Catatan Akhir Sekolah (2005)
Masih bertemakan remaja, film ini berhasil mengangkat secara lengkap masa SMA, Catatan Akhir Sekolah disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Agni (Ramon Y. Tungka), Arian (Vino Bastian) dan Alde (Marcel Chandrawinata) adalah pelajar-pelajar SMU yang dianggap sebagai pecundang di sekolahnya. Mereka kemudian berambisi untuk membuktikan kemampuan mereka lewat sebuah film dokumenter yang mereka buat sebelum kelulusan. Film yang digarap serius ini menjadi film laris pada masanya.

7. Identitas (2009)
Indentitas tergolong film yang unik, karena digarap secara indie, dengan pembiayaan indie, tapi dipasarkan secara komersil meski tidak terlalu memuaskan dalam penjualan tiket. Adam (Tio Pakusadewo), petugas kamar mayat di sebuah rumah sakit mempertanyakan soal "identitas"nya sebagai manusia akibat masa lalu kelam ayahnya. Sejak lahir dia telah kehilangan hak hidupnya. Dia merasa hidup justru pada saat ia bersama orang-orang mati. Adam kemudian jatuh cinta pada seorang perempuan tanpa nama (Leony VH). Dia merasa menemukan jati dirinya pada sosok perempuan itu sampai akhirnya dia mempertahankan hak hidup perempuan itu dari hak kematiannya. Film yang disutradarai oleh Aria Kusumadewa ini berhasil meraih 4 penghargaan FFI 2009 termasuk film terbaik, dari 9 nominasi yang didapatkan.

Selengkapnya -->

Film Indonesia Rilis Juli 2014

0 komentar
Memasuki bulan suci Ramadhan, umumnya hasrat merilis film pun turut ditekan oleh para produser. Untuk tahun ini, hal tersebut tidak terlalu berlaku. Meski rilisan tidak seramai bulan-bulan sebelumnya, minggu-minggu pertama Juli masih terbilang padat dengan sorotan utama adalah film langganan festival semacam Toilet Blues dan Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya yang akhirnya memeroleh kesempatan untuk tayang di bioskop tanah air. Sempat istirahat sejenak selama sepekan, keriuhan berlanjut di Pekan Film Lebaran yang setidaknya telah dipesan oleh 4 film dari beragam genre.

Untuk lebih lengkapnya, inilah film-film Indonesia yang dirilis pada Juli 2014:


1. XXI Short Film Festival 2014
Sinopsis :  Kompilasi tujuh film pendek yang merupakan pemenang di kompetisi XXI Short Film Festival 2014 dari beragam kategori. Ketujuh film tersebut adalah Kitik, Akar, Sepatu Baru, Horison, Lembar Jawaban Kita, Asiaraya, dan Selamat Tinggal, Sekolahku.
Sutradara : Samuel Ruby, Anka Atmawijaya, Amelia Hapsari, Ucu Agustin, Sofyana Ali Bindiar, Ardhira Anugerah Putra, Adhitya Ahmad
Tanggal rilis : 3 Juli 2014


2. Diaspora Cinta di Taipei
Sinopsis :  Dianggap tidak memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai penerjemah Bahasa Mandarin, Anton (Jonathan Frizzy) pun dikirim sang atasan untuk menimba ilmu di Taiwan. Sesampainya di Taiwan, Anton melihat peluang berselingkuh dengan perempuan Indonesia yang tinggal di sana meski dia telah berjanji kepada sang istri (Lyvi Andriani) untuk setia. Bersama teman sekampusnya, Anton melakukan segala tipu daya untuk menjerat mangsa hingga pada satu titik petualangan Anton harus terhenti dengan tragis akibat sebuah perbuatan.
Sutradara : Hasto Broto
Penulis Naskah : Dede C, Rendy Deddy
Pemain : Jonathan Frizzy, Jill Gladys, Lyvi Andriani, Kaditha Ayu, Afdhal Yusman
Tanggal rilis : 3 Juli 2014


3. Toilet Blues
Sinopsis : Anjani (Shirley Anggraini) kabur dari rumah setelah dituduh terlibat dalam tindak asusila dengan teman laki-lakinya. Dia mengikuti Anggalih (Tim Matindas), teman dekatnya dari SMP yang sedang berjalan ke Seminari Katolik setelah liburan sekolah selesai. Dalam perjalanannya, ayah Anjani yang berkuasa mengirim Ruben (Tio Pakusadewo), investigator berandal, untuk membawa Anjani pulang. Ruben membuntuti, membujuk dan memperdaya Anjani dengan cara iblis.
Sutradara : Dirmawan Hatta
Pemain : Tim Matindas, Sherly Anggraini, Tio Pakusadewo
Penulis Naskah : Adam Herdanto
Tanggal rilis : 3 Juli 2014


4. Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya
Sinopsis : Ning (Christy Mahanani) berhenti bekerja di toko pakaian dan pindah ke sebuah tokoh meubel. Pada hari pertama kerjanya, bersama Mur (Muhammad Abe Baasyin), sopir, dia mengantar sebuah sofa pesanan pelanggan di sebuah desa terpencil lewat jalan pegunungan yang mengular. Di perjalanan Ning menemukan percakapan-percakapan dan perhatian sederhana yang dirindukannya. Terjadilah perselingkuhan di sebuah penginapan. Sementara, di rumah yang terletak di pinggiran kota, Jarot (Joned Suryatmoko), suami Ning yang pengangguran, masih terus senang nonton televisi. Dia kemudian berusaha jual bensin eceran di tepi jalan dan sempat pula pergi ke pelacur.
Sutradara : Yosep Anggi Noen
Penulis Naskah : Yosep Anggi Noen
Pemain : Christy Mahanani, Muhammad Abe Baasyin, Joned Suryatmoko
Tanggal rilis : 10 Juli 2014


5. Bajaj Bajuri The Movie
Sinopsis : Bajuri (Ricky Harun) yang baru mendapat uang dari penjualan tanah warisan bapaknya menghadapi beberapa masalah. Problem Bajuri semakin rumit setelah Emak (Meriam Bellina) menuduh Bajuri akan kawin lagi. Tambahan lagi di pemancingan dengan tidak sengaja Bajuri meledakkan empang dengan bom ikan yang didapat Soleh (Dimas Gabra) dan Sahili (Aqshal Pradana) dari sebuah rumah kosong. Bajuri dan Ucup (Muhadkly Acho) dituduh sebagai teroris setelah tas berisi bom tertinggal di Bank saat Bajuri mengambil uang. Dalam perjalanan pulang dari Bank, Bajuri dihadang oleh sekelompok perampok (McDanny dan Randhika Djamil) yang dipimpin oleh Hani (Nova Eliza). Usaha perampok gagal. Akhirnya perampok menjebak Oneng (Eriska Rein) untuk diculik dan dimintai uang tebusan.
Sutradara : Fajar Nugros
Penulis Naskah : Raymond Lee, Chairul Rijal
Pemain : Ricky Harun, Eriska Rein, Meriam Bellina, Muhadkly Acho, Dimas Gabra, Aqshal Pradana
Tanggal rilis : 24 Juli 2014


6. Hijrah Cinta
Sinopsis : Semasa muda, almarhum Ustadz Jeffri Al-Buchori alias Uje (Alfie Affandy) terhanyut dalam kenikmatan dunia yang membuatnya menyia-nyiakan bakat yang dimilikinya. Akibat perbuatannya ini, teman-temannya menjauhinya dan sang ibu (Wieke Widowati) pun memendam perasaan kecewa teramat sangat. Perkenalan Uje dengan seorang gadis bernama Pipik (Revalina S Temat) mengubah hidupnya. Dia begitu terkesan setelah pandangan pertama. Pipik pun meyakini bahwa lelaki yang dicintainya ini memiliki tekad besar mengubah hidupnya. Pipik tidak saja menjadi saksi perubahan hidup, tapi juga penyelamat hidup Uje lepas dari jerat narkoba.
Sutradara : Indra Gunawan
Penulis Naskah : Hanung Bramantyo
Pemain : Alfie Affandy, Revalina S Temat, Wieke Widowati, Piet Pagau, Valentino
Tanggal rilis : 24 Juli 2014


7. Runaway
Sinopsis : Keadaan memaksa Tala (Tatjana Saphira) yang tinggal bersama ibu (Dewi Irawan) dan pamannya, Toni (Edward Akbar), di Hong Kong untuk menjadi pencopet jalanan. Suatu ketika, Tala mencopet dompet dan paspor milik Musa (Al Ghazali), putra tunggal Surya Djatmoko (Ray Sahetapy), pengusaha yang berniat melebarkan sayap bisnis keuangannya di Hong Kong. Kejadian itu menjadi awal dari pertemuan Tala dan Musa. Bagi Musa, Tala adalah jawaban dari semua kebosanan dan kemarahannya pada sang Ayah. Sebaliknya, Tala melihat Musa adalah jalan keluar dari semua kesulitan hidupnya di negeri asing ini. Sekalipun mereka menemukan cinta, namun mereka tidak melihat ada masa depan bagi hubungan mereka. Mereka berasal dari dua dunia yang berbeda dan tidak tahu harus lari kemana.
Sutradara : Guntur Soeharjanto
Penulis Naskah : Alim Sudio
Pemain : Al Ghazali, Tatjana Saphira, Dewi Irawan, Edward Akbar, Kimberly Ryder, Ray Sahetapy
Tanggal rilis : 24 Juli 2014


8. Seputih Cinta Melati
Sinopsis : Dua narapidana, Ivan (Chicco Jerikho) dan Erik (Asrul Dahlan), melarikan diri dari penjara beberapa minggu sebelum Idul Fitri. Dikejar polisi, mereka memutuskan untuk bersembunyi di sebuah pondok yang memertemukan mereka dengan kakak beradik, Rian (Fatih Unru) dan Melati (Naomi Ivo). Bantuan yang diberikan Ivan kepada Melati menjadi awal mula terbentuknya hubungan persahabatan diantara mereka. Sementara rik tetap mencari cara untuk kabur dari daerah tersebut, Ivan tidak mau pergi karena sudah merasa mempunyai ikatan batin dengan Melati dan Rian. Keberadaan mereka terancam saat Andini (Sabai Morscheck), orang tua Melati dan Rian, mengetahui jati diri Ivan dan Erik yang sebenarnya.
Sutradara : Ari Sihasale
Penulis Naskah : Armantono
Pemain : Chicco Jerikho, Fatih Unru, Sabai Morscheck, Asrul Dahlan, Naomi Ivo Saskia
Tanggal rilis : 24 Juli 2014
Selengkapnya -->

Reboot 'Terminator' Hanya Akan Berjudul 'Terminator'

0 komentar
Proyek reboot Terminator awalnya akan berjudul Terminator: Genesis. Namun laporan terkini mengabarkan jika film yang diarahkan oleh Alan Taylor (Thor: The Dark World) ini akan mengambil judul yang lebih sederhana, yaitu Terminator saja.

Sebenarnya ini bukan kabar yang mengejutkan, karena di bulan April kemarin Paramount Pictures sudah mulai menyebutkan jika film ini bakal disebut sebagai Terminator saja tanpa embel-embel sub-judul. Bahkan laporan dari  Bleeding Cool pun mengungkap jika peredaran merchandise ataupun tie-in lainnya akan memakai label Terminator ketimbang Terminator: Genesis.

Meski Paramount belum merilis plot atau sinopsis reboot Terminator ini, tapi naskah yang ditulis oleh Patrick Lussier dan Laeta Kalogridis disebutkan sebagai re-imajinasi dari materi aslinya. Menurut salah satu pemerannya, J.K. Simmons, para pembuat filmnya tidak mau menyebutkan proyek ini sebagai remake atau reboot.

Plot film dipercaya akan kembali masa lalu dan berhubungan dengan peristiwa yang terjadi di tahun 1984 dalam Terminator yang pertama dan juga Terminator 2: Judgement Day.

Selain J.K. Simmons, barisan aktor lain yang terlibat adalah Emilia Clarke, Jason Clarke, Jai Courtney, Dayo Okeniyi, Byung-hun Lee dan Matt Smith. Tentunya seri Terminator rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran Arnold Schwarzenegger yang kembali ke franchise ini.

Produksi film sudah dimulai pada bulan April yang lalu dengan rencana perilisan adalah pada tanggal 1 Juli 2015.
Selengkapnya -->

Guillermo Del Toro Umumkan Rilisnya 'Pacific Rim 2'

0 komentar
Beberapa waktu lalu dikabarkan jika Guillermo del Toro tengah menulis naskah untuk sekuel film mecha-nya, Pacific Rim, bersama dengan Zak Penn. Dan menyusul kabar tersebut del Toro juga memberi kabar gembira dengan menyebutkan jika Pacific Rim 2 juga sudah menemukan tanggal perilisannya.

Legendary Pictures mengumumkan jika Pacific Rim 2 akan dirilis pada tanggal 7 April 2017, dalam format 3D dan juga  IMAX 3D. Dan kali ini Universal Pictures yang menangani masalah distribusi berhubung Legendary Pictures sudah tidak bekerjasama lagi dengan Warner Bros. yang mendistribusikan film pertamanya.

"Karakter-karakter yang saya cintai akan kembali," demikian ungkap del Toro kepada BuzzFeed. "Raleigh, Mako, Newt, Gottlieb dan siapa tahu, mungkin juga Hannibal Chau - tapi kami akan membawa mereka ke area baru yang lebih segar yang akan menampilkan pertempuran serta visual yang lebih luar biasa. Film pertamanya menyiapkan panggung dan sekarang kami siap untuk sebuah ledakan."

Jadi, kemungkinan besar Charlie Hunnam, Rinko Kikuchi, Charlie Day, Burn Gorman dan Ron Perlman pun akan kembali dalam Pacific Rim 2 dan mengulang peran mereka.

Pacific Rim dikerjakan dengan bujet sekitar $190 juta dan dirilis pada bulan Juli 2013. Meski di peredaran domestiknya hanya "sanggup" mengumpulkan sebanyak $101.8 juta, namun untuk peredaran global, Pacific Rim sukses meraup sebanyak $411 juta. Tidak heran jika Legendary Pictures menganggap Pacific Rim siap untuk dibentuk sebagai franchise terbaru mereka.

Guilermo del Toro saat ini tengah mengerjakan Crimson Peak yang dibintangi oleh Mia Wasikowska, Jessica Chastain, Tom Hiddleston, Charlie Hunnam, dan Jim Beaver. Film direncanakan rilis pada tanggal 16 Oktober 2015.
Selengkapnya -->

Film Pemenang XXI Short Film Festival 2014 Siap Tayang di Cinema 21

0 komentar

Sambutan menggembirakan dari beragam pihak yang diterima oleh XXI Short Film Festival jilid pertama membuat Cinema 21 tiada memiliki keraguan untuk melanjutkan festival film yang mengkhususkan diri pada perkembangan film pendek di tanah air ini.

Selayaknya perhelatan tahun lalu, selain mendapatkan hadiah berupa uang dan bingkisan menarik, deretan film pemenang di kompetisi XXI Short Film Festival 2014 pun mendapat kehormatan untuk ditayangkan secara eksklusif di bioskop-bioskop milik jaringan Cinema 21.

Setidaknya terdapat 7 film pemenang dari beragam kategori yang nantinya akan tergabung dalam kompilasi film pendek XXI Short Film Festival 2014. Berikut adalah ketujuh film tersebut:

- HORISON karya Samuel Ruby (Film Pendek Favorit)
Bercerita tentang dua orang yang saling tidak mengenal bertemu tidak sengaja. Seraya berbicara, cerita dan rahasia terungkap.

- ASIARAYA karya Anka Atmawijaya Adinegara (Special Mention Official Jury untuk Film Pendek Animasi)
Bercerita tentang pengorbanan seorang tentara Jepang akan penebusan janji negaranya tentang kemerdekaan Indonesia.

- AKAR karya Amelia Hapsari (Film Pendek Dokumenter Terbaik dan Special Mention Film Pendek Dokumenter Pilihan Media)
Bercerita tentang mimpi sang sutradara, tentang tempatnya berasal, dimana mimpi dilupakan dan cinta tidak diucapkan.

- SELAMAT TINGGAL, SEKOLAHKU karya Ucu Agustin (Film Pendek Dokumenter Pilihan Media)
Bercerita tentang Lintang yang sudah 7 tahun bersekolah bersama teman-teman nya yang tidak bisa melihat namun perpisahan harus dijalani. Lintang pun mengucapkan selamat tinggal.

- LEMBAR JAWABAN KITA karya Sofyana Ali Bindiar (Film Pendek Fiksi Naratif Pilihan IMPAS)
Bercerita tentang seorang murid SD yang mengikuti ujian nasional, harus menghadapi ujian lain yang terjadi di kelas.

- KITIK karya Ardhira Anugerah Putra (Film Pendek Animasi Terbaik dan Film Pendek Animasi Terbaik), dan
Bercerita tentang ketakutan seorang anak yang harus dikhitan. Siapa sangka ketakutannya membuat serangkaian kejadian terjadi.

- SEPATU BARU karya Adhitya Ahmad (Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik dan Film Pendek Fiksi Naratif Terbaik)
Bercerita tentang seorang anak perempuan yang gelisah karena hujan tak kunjung reda. Ia mencari cara untuk menghentikannya.

Menurut rencana, Cinema 21 akan menayangkan kompilasi film pendek XXI Short Film Festival 2014 ini mulai 3 Juli 2014 di 11 bioskop yang tersebar ke 9 kota, yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogya, Surabaya, Medan, Banjarmasin, dan Makassar, dengan harga tiket masuk sebesar Rp. 20 ribu. Murah meriah.
Selengkapnya -->

Proyeksi Integrasi Vertikal Film di Indonesia

Rabu, 04 Juni 2014
0 komentar

Cinemaxx adalah nama jaringan bioskop baru kepemilikan Lippo Group, yang bergerak dalam jenis usaha ekshibisi dan distribusi film. Pada liputan Variety di Cannes 2014 tanggal 23 Mei 2014, dijelaskan bahwa,”Lippo sees Cinemaxx as part of a vertically integrated media empire spanning newspapers, TV (First Media, Big TV), cable and recently Internet service provision.” Apakah ini mengindikasikan integrasi vertikal industri media kepemilikan Lippo Group akan merambah ke jenis usaha film?

Apakah Integrasi Vertikal Film?

Tanggal 3 Mei 1948 mencatat sejarah penting dalam industri film Amerika, yaitu runtuhnya Hollywood Studio System. Sistem tersebut memperbolehkan sebuah entitas, yang disebut studio, untuk berperan tunggal sebagai pemilik serta pelaku usaha film dari hulu ke hilir atau integrasi vertikal—produksi, distribusi dan ekshibisi. Kasus ini mengacu pada bebeberapa studio, tetapi secara khusus Paramount Pictures, sebagai satu-satunya studio film Hollywood saat itu, yang menguasai ketiga usaha film tersebut.

Kasus ini muncul ke permukaan karena adanya gugatan resmi dari Mahkamah Agung Amerika terhadap Paramount Pictures. Penyebab kasus ini adalah adanya ketidakadilan pembelian dan penayangan film di bioskop milik studio, khususnya terkait film yang tidak diproduksi oleh studio tersebut. Pemutusan tali integrasi vertikal ini dikenal sebagai Paramount Decree. Alhasil, Paramount Pictures diputuskan menangani usaha produksi dan distribusi, sedangkan usaha ekshibisi dipegang oleh United Paramount Pictures, dengan syarat diversifikasi afiliasi bioskop.

Dampak dari keputusan ini adalah munculnya produser, studio dan bioskop independen. Bentuk kerjasama selanjutnya adalah dukungan finansial studio besar, melalui pembelian hak distribusi film produksi studio independen. Sedangkan usaha ekshibisi afiliasi dibatasi dalam bentuk pembatasan jumlah slot tayang, dan area geografis bioskop. Artinya integrasi vertikal sangat kondusif terhadap monopoli industri film akibat investasi modal skala besar.

Jepang dan Thailand

Eiren atau Motion Picture Producers Association of Japan (MPPAJ) adalah asosiasi produser film Jepang, yang terdiri dari empat perusahaan film terbesar yaitu: Toho, Toei, Sochiku dan Kadokawa. Mengapa sebuah asosisasi produser film hanya terdiri dari empat perusahaan saja? Jawabannya adalah karena keempat perusahaan tersebut melakukan integrasi vertikal utuh meliputi produksi, distribusi dan ekshibisi.

Seluruh produser film diluar anggota MPPAJ disebut sebagai produser film independen. Mereka juga memberlakukan peraturan tidak diperbolehkannya produser film independen untuk memasukkan film secara langsung ke bioskop, tanpa melewati distributor, yang juga MPPAJ. Hanya ada segelintir distributor independen yang diperbolehkan. Mereka adalah distributor yang memiliki sejarah hubungan personal, misalnya mantan pekerja MPPAJ.

Dampak dari integrasi vertikal di Jepang, menyebabkan banyak film independen kesulitan menjual filmnya. Sebagai gambaran: di tahun 2008, sejumlah 806 film tayang di bioskop dengan komposisi  418 film lokal dan 388 film impor. 17 film lokal yang diproduksi dan didistribusi oleh MPPAJ menguasai 84% dari angka gross box office film lokal (97.29 Billion JPY). Sedangkan 344 film lokal lainnya, atau film independen yang didistribusi oleh MPPAJ, berbagi 16% sisanya.

UniJapan, selaku organisasi dibawah Kementrian Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) mengakui kesulitan usaha komersialisasi film independen dengan sistem ini. Film independen lainnya yang tidak didistribusikan oleh MPPAJ akan tayang di Mini Theaters (Art-house Cinema) yang tersebar di seluruh Jepang.

Di Thailand sistem kepemilkan jaringan bioskop dibagi berdasarkan daerah yaitu: Bangkok, Chiang Mai, North Zone, North East (Korat), East (Chonburi), dan South (Surat Thani).Pembagian ini menimbulkan jaringan bioskop yang berbeda di tiap daerah. Seorang produser atau distributor film asal Bangkok, bila menjual filmnya ke area lain di luar Bangkok, akan melakukan sistem jual-putus. Yang besarnya sekitar 8-10% dari box office Bangkok.

Di Bangkok, jaringan bioskop terbesar dimiliki oleh Major Cineplex, SF Cinema dan (yang akan muncul) Kantana Movie Mall (KMM). SF Cinema berkonsentrasi penuh pada kegiatan distribusi dan ekshibisi film impor, sedangkan film produksi lokal sifatnya minor. Sebaliknya Major Cineplex, selaku jaringan Cineplex terbesar, memiliki konsentrasi pada film lokal termasuk produksi dan distribusi film.

Kembali ke soal integrasi vertikal, baik Major Cineplex, SF Cinema, maupun KMM, semua melakukan integrasi vertikal secara utuh. Penyeimbang ekosistem industri film Thailand adalah (1) Adanya spesialisasi distribusi dan ekshibisi film lokal dan impor, (2) Kepemilikan bioskop berdasarkan daerah, dan (3) Kenyataan bahwa mayoritas film box office diproduksi oleh studio GTH (GMM, Thai, Hub Ho Hin) yang tidak terafiliasi dengan usaha ekshibisi. Contohnya Pee Mak, box office terbesar sepanjang sejarah film Thailand (18.1 Million THB). (Sumber: The Hollywood Reporter)

Film independen di luar studio akan melakukan pemutaran di Lido, Scala and House-RCA (Art-house Cinema) yang berlokasi di Bangkok.

Proyeksi Integrasi Vertikal Film di Indonesia

Cineplex21 selama ini fokus melakukan kegiatan ekshibisi film lokal dan impor, serta terafiliasi dengan distribusi  film impor. Blitz Megaplex memiliki jumlah layar sekitar 10% dari kompetitornya, dan terafiliasi dengan usaha distribusi home video (DVD). Kedua jenis usaha tersebut termasuk kategori skala pasar minor. Dominasi Cineplex21 dalam rentang waktu yang panjang dan dalam skala nasional, tidak memunculkan kompetisi usaha distribusi film. Oleh karena itu, produser film merangkap sebagai distributor.

Cinemaxx selaku jaringan bioskop baru, akan melakukan kegiatan distribusi film. Di tahun 2009, First Media Entertainment, sebuah anak perusahaan Lippo Group dengan jenis usaha produksi film, memproduksi Sepuluh. Keberadaan First Media Entertainment (produksi) dan Cinemaxx (ekshibisi sekaligus distribusi) merupakan satu-satunya entitas (atau calon studio) tunggal pertama di Indonesia yang memiliki usaha film dari hulu ke hilir atau integrasi vertikal—produksi, distribusi, ekshibisi. Dalam skala modal yang sangat besar, integrasi ini akan memonopoli industri film seutuhnya.



Pembatasan Skala Afiliasi Usaha Distribusi dan Ekshibisi Film

Kedatangan Cinemaxx diyakini akan membawa angin segar dalam konstelasi perfilman Indonesia. Dari sisi keragaman maka akan muncul variasi film yang selama ini sangat sulit karena keterbatasan variasi bioskop.

Di sisi lain, kombinasi antara besarnya potensi ekonomi Indonesia—terkait geografis dan populasi—dengan belum jelasnya definisi jenis usaha film—terkait finansial dan modal—membuat proyeksi diatas tidak dapat dikesampingkan. Apalagi mengingat jenis usaha bioskop yang secara umum didominasi modal dibandingkan dengan keahlian film lainnya.

Titik krusial adalah pada pembatasan skala afiliasi usaha distribusi dan ekshibisi, bila tidak dimungkinkan adanya pemutusan total. Distributor dapat berafiliasi dengan Rumah Produksi melalui kepemilikan film bersama lewat pembelian hak tayang film. Iklim ini akan menciptakan rumah produksi dan/atau studio film di berbagai skala, sekaligus mengembalikan jenis usaha distribusi yang selama ini absen.

Untuk mengembangkan gagasan ini, usaha bioskop seyogyanya
(1) Kepemilikannya dibagi secara geografis
(2) Hanya dapat menerima film lewat distributor, melalui proses peralihan bertahap dari produser.

Sehingga, konsentrasi kebijakan finansial film dapat dipelopori dan diprioritaskan pada
(1) Jenis usaha distribusi, selaku pembeli film dari rumah produksi dan penjual film ke bioskop
(2) Jenis usaha produksi, dalam skala modal yang beragam
(3) Jenis usaha ekshibisi daerah yang akan menumbuhkembangkan pebisnis daerah dan kebijakan film daerah.

Jepang maupun Thailand, bukanlah contoh ideal sebuah industri film. Akan tetapi kedua negara tersebut mewakili kondisi lemahnya campur tangan pemerintah dalam memfasilitasi kebijakan film. Berbeda dengan Korea Selatan, di mana pemerintahnya sangat memfasilitasi kebijakan film. Oleh karena itu, kebijakan film bukanlah hal yang bisa di copy-paste dari satu Negara ke Negara lain.

Bagaimanakah pandangan Kemenparekraf dan Kemendikbud, selaku induk jenis usaha dan kegiatan film; Badan Perfilman Indonesia (BPI); Kemenkeu serta Kemendag; dan segenap pemangku kepentingan film lainnya?
Selengkapnya -->

Film Indonesia yang Rilis Juni 2014

0 komentar
Memasuki liburan sekolah di bulan Juni ini, perfilman Indonesia cenderung adem ayem. Selain Viva JKT48, tak ada rilisan besar pada bulan ini. Mungkin, menghindari persaingan secara langsung dengan Hollywood yang tengah membara bersama summer blockbuster-nya. Pun demikian, minim rilisan besar bukan berarti ini akan menjadi bulan kering. Ada beragam varian dan premis menggugah selera yang ditawarkan; soal lari, soal bola, soal Jakarta, soal lingkungan, dan soal percintaan.

1. Viva JKT48

Sinopsis : Miss Kejora (Ayu Dewi) melakukan berbagai cara untuk membubarkan JKT48; merebut Teater JKT48, menipu manajemen, dan menciptakan idol group saingan bernama BKT48. Demi mendapatkan kembali posisi mereka, JKT48 pun mau tak mau kudu bersedia menerima tantangan dari Kejora untuk mengumpulkan uang sebesar Rp 1 miliar. 

Sutradara : Awi Suryadi
Penulis Naskah : Cassandra Massardi, Alim Sudio, Raditya Mangunsong
Pemain : Melody Nurramdhani, Nabilah Ratna Ayu, Ayana Shahab, Cindy Yuvia, Haruka Nakogawa, Shania Junianatha, Shinta Naomi, Rona Anggreani, Ayu Dewi 
Tanggal rilis : 5 Juni 2014

2. Ketika Tuhan Jatuh Cinta

Sinopsis : Fikri (Reza Rahadian) yang berasal dari keluarga sederhana adalah seorang pria yang saleh dan mandiri. Meski digilai oleh banyak perempuan, satu-satunya perempuan yang membekas di hati Fikri adalah Leni (Aulia Sarah) yang ternyata memiliki perasaan yang sama. Hubungan keduanya menjadi dekat seusai wisuda dan Fikri pun menyiapkan rencana meminang Leni. Hanya saja, segalanya tidak berjalan sesuai rencana tatkala Fikri mengetahui bahwa Leni telah dijodohkan dengan lelaki lain oleh orang tuanya. 

Sutradara : Fransiska Fiorella
Penulis Naskah : Daniel Titto, Wahyu Sujani
Pemain : Reza Rahadian, Aulia Sarah, Renata Kusmanto, Enzy Storia, Ibnu Jamil
Tanggal rilis : 5 Juni 2014

3. Sarang Hantu Jakarta

Sinopsis : Sederet kejadian mengerikan dan penampakan dari beragam hantu di rumah milik eksekutif muda, David, membuat para pembantu tidak betah untuk bekerja di rumah tersebut. Agar tak merasa terusik, David pun selalu meyakinkan istri dan anaknya bahwa semua cerita mistis dari pembantu mereka tak lebih dari sekadar ilusi dan bualan. Yang tak diketahui oleh David, hantu-hantu yang kerap mengganggu kehidupan keluarganya adalah arwah mantan-mantan David yang meninggal bunuh diri atau kecelakaan.

Sutradara : Ibnu Agha
Pemain : Meidian Maladi, Bella Shofie, Baby Margaretha, Farhat Abbas, Jenny Cortez
Produser : Evry Joe, Eddy AS
Tanggal rilis : 5 Juni 2014

4. Main Dukun

Sinopsis : Layla terkejut saat Nenek Santet yang terperangkap di dalam sebuah cermin antik yang dicurinya menampakkan wujudnya. Nenek Santet memberi penawaran ilmu awet muda kepada Layla apabila bersedia membebaskan rohnya dari dalam cermin. Penawaran ini diterima oleh Layla. Seusai melepaskan diri, Nenek Santet pun melakukan balas dendam terhadap keturunan terakhir dari orang yang dulu mengurungnya di dalam cermin. Sedangkan Layla yang berusaha agar tetap cantik dan muda menjalani ritual ilmu hitam setiap bulan purnama dengan mengorbankan para perjaka. 

Sutradara : Irwan Siregar
Penulis Naskah : Djanoko, Alexander Harry
Pemain : Julia Perez, Baby Margaretha, Amel Alvie, Mudjie Massaid, Sonita
Tanggal rilis : 12 Juni 2014

5. Mari Lari

Sinopsis : Rio Kusumo (Dimas Aditya), putra dari pasangan atlet lari, adalah seorang pemuda pesimis dan mudah menyerah. Namun, setelah kematian sang ibu (Ira Wibowo), dia mencoba membuktikan diri kepada sang ayah (Donny Damara) bahwa dia patut dibanggakan dengan menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Rio pun bertekad untuk mengikuti lomba maraton demi sang ibu. Ketika latihan, Rio bertemu dengan seorang gadis yang suka berlari, Anisa (Olivia Jensen), yang mengajarkan Rio berlari dan menjadi pendukung setianya. Rio harus menyelesaikan maraton di pegunungan Bromo.

Sutradara : Delon Tio
Penulis Naskah : Ninit Yunita
Pemain : Dimas Aditya, Olivia Lubis Jensen, Ibnu Jamil, Donny Damara, Verdi Solaiman, Ira Wibowo
Tanggal rilis : 12 Juni 2014

6. Cahaya Dari Timur Beta Maluku

Sinopsis : Berdasar kisah nyata Sani Tawainela, mantan pemain sepak bola yang berasal dari desa Tulehu, Ambon. Sani Tawainella sempat mewakili Indonesia pada Piala Pelajar Asia tahun 1996 di Brunei Darussalam. Namun, dia gagal menjadi pemain profesional, memutuskan untuk mundur dari sepak bola, kembali ke Tulehu bersama istrinya, dan kemudian menjadi seorang tukang ojek. Bersama Hari Lestaluhu, mantan pemain sepak bola professional yang pulang kampung akibat cidera, keduanya mendirikan sebuah sekolah sepak bola sederhana yang mampu membawa anak didik mereka untuk mengikuti kompetisi nasional di Jakarta.

Sutradara : Angga Dwi Sasongko
Penulis Naskah : M Irfan Ramli, Swastika Nohara
Pemain : Chico Jerrico, Safira Umm, Jajang C Noer, Abdurrahman Arif, Aufa Assegaf
Tanggal rilis : 19 Juni 2014
  
7. Selamat Pagi Malam

Sinopsis : Sebuah cerita tentang keunikan kota Jakarta setelah matahari terbenam melalui tiga perempuan: Indri (Ina Panggabean), Anggia (Adinia Wirasti), dan Cik Surya (Dayu Wijanto). Anggi tak merasa Jakarta sebagai rumahnya sepulangnya dari New York, apalagi ketika ia mendapati Naomi, pasangannya selama di New York yang lebih dulu pulang ke Jakarta, berkompromi dengan kemunafikan gaya hidup kelas atas ibukota. Indri, seorang penjaga handuk di gimnasium yang ingin menaikkan standar hidupnya yang pas-pasan, merasa bahwa seorang laki-laki kaya yang dia kenal melalui chatting di smartphone cicilannya adalah jawaban bagi masalahnya. Cik Surya, ibu rumah tangga yang dikenal hanya dengan nama suaminya, Koh Surya, seorang pengusaha sukses, merasa tidak berarti setelah suaminya meninggal. Apalagi ketika ia tahu kalau selama ini suaminya memiliki kekasih lain, seorang penyanyi bar kelas bawah Jakarta. Pada malam yang sama, kehidupan ketiga perempuan itu berubah di luar rencana.

Sutradara : Lucky Kuswandi
Penulis Naskah : Lucky Kuswandi
Pemain : Adinia Wirasti, Dayu Wijanto, Ina Panggabean, Dira Sugandi, Marissa Anita, Trisa Triandesa
Tanggal rilis : 19 Juni 2014

8. Danum Baputi

Sinopsis : Salah satu suku yang mendiami lereng Gunung Emas, Kalimantan Tengah, menunggu hadirnya seorang perempuan yang mampu mengendalikan air dan menjaga mata air sebagai sumber kehidupan. Konon, menurut ramalan nenek moyang seratus tahun yang lalu, perempuan ini akan menjadi penyelamat hutan tempat tinggal mereka yang terancam kerusakan besar. 

Sutradara : Gunawan Paggaru
Penulis Naskah : R. Yayank NN, Arifah Prihartini 
Pemain : Jovita Dwijayanti, Reiner Manopo, Billy Bodjanger, Raditya Agung, Arif Rahman, Yati Surachman
Tanggal rilis : Juni 2014
Selengkapnya -->

Nominasi FFI 2013

Jumat, 29 November 2013
0 komentar

Film Belenggu mendominasi daftar unggulan Festival Film Indonesia tahun ini dengan 13 unggulan pada 12 kategori. Pada pengumuman unggulan FFI Jumat 22 November, Belenggu unggul di kategori film bioskop, sutradara, pemeran utama pria, penulis skenario, penulis naskah asli, penata sinematografi, penata artistik, penata busana, editing, penata musik dan penata suara. Untuk kategori pemeran utama terbaik dewan juri memasang nama Imelda Therinne dan Laudya Chintya Bella.

Penjurian yang berlangsung sejak 22 Oktober  - 21 November ini menilai 53 judul film bioskop, 119 judul film pendek, 80 judul film dokumenter pendek, 21 judul film dokumenter panjang, dan 75 judul film televisi. Gotot Prakosa yang menjadi ketua dewan juri animasi pendek menyampaikan ini adalah pertama kalinya film animasi pendek dimasukan dalam FFI, dengan jumlah 93 judul. Jumlah pendaftar tersebut dinilai cukup baik dan berharap kedepannya animasi pendek dapat terus dimasukan dalam FFI.

Arthur S Nathan selaku Ketua Dewan Juri Film Dokumenter menjelaskan film dokumenter yang dinilai oleh timnya sudah merepresentasikan keragaman isi maupun tema, yang membawa orisinalitas ide. Banyaknya pendaftar membuktikan dokumenter tidak hanya dilihat sebagai sebuah catatan berbentuk produk audio visual, namun sudah mampu hadir sebagai bentuk ekspresi karya personal. Tim dewan juri dokumenter mengusulkan adanya sistem kualifikasi peserta demi kondisi penilaian yang lebih adil pada FFI mendatang. Beberapa kategori yang bisa mendukung kualifikasi tersebut adalah kategori profesional, debutan dan kategori pelajar.

Daftar nominasi FFI 2013 adalah sebagai berikut:

Film Bioskop Terbaik
5 cm (Soraya Intercine Films)
Belenggu (Falcon Pictures)
Habibie & Ainun (MD)
Laura & Marsha (Inno Maleo Pictures)
Sang Kiai (Rapi Films)

Sutradara Terbaik
Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
Hanung Bramantyo dan Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
Rako Prijanto (Sang Kiai)
Rizal Mantovani (5 cm)
Upi (Belenggu)

Pemeran Utama Pria Terbaik
Abimana Aryasatya (Belenggu)
Ikranagara (Sang Kiai)
Joe Taslim (La Tahzan)
Lukman Sardi (Rectoverso)
Reza Rahadian (Habibie & Ainun)

Pemeran Utama Wanita Terbaik
Adinia Wirasti (Laura & Marsha)
Happy Salma (Air Mata Terakhir Bunda)
Imelda Therinne (Belenggu)
Laudya Cinthya Bella (Belenggu)
Laura Basuki (Madre)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik
Adipati Dolken (Sang Kiai)
Alex Komang (9 Summers 10 Autumns)
Didi Petet (Madre)
Igor Saykoji (5 cm)
Norman Akyuwen (Tak Sempurna)

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik
Ayusitha (What They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Dewi Irawan (Rectoverso)
Jajang C. Noer (Cinta Tapi Beda)
Meriza Febriyani (Sang Kiai)
Poppy Sovia (Merry Go Round)

Penulis Skenario Terbaik
Danial Rifki, Endri Pelita dan Kirana Kejora (Air Mata Terakhir Bunda)
Ginatri S. Noer dan Ifan Ardiansyah (Habibie & Ainun)
Novia Faizal, Perdana Kertawiyudha dan Taty Apriliyana (Cinta Tapi Beda)
Titien Wattimena (Laura & Marsha)
Upi (Belenggu)

Naskah Asli Terbaik
Hestu Saputra (Cinta Tapi Beda)
Reni dan Dinna Jasanti (Laura & Marsha)
Mouly Surya (They Don’t Talk About When They Talk About Love)
Titien Wattimena (Sang Pialang)
Upi (Belenggu)

Pengarah Sinematografi Terbaik
Ical Tanjung (Belenggu)
Fachmi J. Saad (Madre)
Rachmat Syaiful (Habibie & Ainun)
Roy Lolang (Laura & Marsha)
Yudi Datau (5 cm)

Pengarah Artistik Terbaik
Eros Eflin (Laura & Marsha)
Frans Paat (Sang Kiai)
Iqbal Marjono (Belenggu)
Mai Harison (Air Mata Terakhir Bunda)
Vida Sylvia (5 cm)

Penyunting Gambar Terbaik
Aline Jusria (Laura & Marsha)
Cesa David Luckmansyah & Ryan Purwoko (Get M4rried)
Cesa David Lukmansyah & Ryan Purwoko (Rectoverso)
Wawan I. Wibowo (Habibie & Ainun)
Wawan I. Wibowo (Belenggu)

Penata Suara Terbaik
Adityawan Susanto (Sang Pialang)
Aufa R. Triangga & Khikmawan Santosa (Laura & Marsha)
Khikmawan Santosa (Sang Kiai)
Khikmawan Santosa (Belenggu)
Satrio Budiono (Habibie & Ainun)

Penata Musik Terbaik
Aghi Narottama (Sang Kiai)
Aghi Narottama dan Bemby Gusti (Laura & Marsha)
Aksan Sjuman (Belenggu)
Thoersi Argeswara (Kisah 3 Titik)
Tya Soebijakto (Bidadari-Bidadari Surga)

Penata Efek Visual Terbaik
S. Suryadi (Gending Sriwijaya)
Eltra Studio (Moga Bunda Disayang Allah)
Galih Mahardika (The Legend Of Trio Macan)

Penata Busana Terbaik
Aldie Harra (Air Terjun Pengantin Phuket)
Aldie Harra (Sang Pialang)
Darwyn Tse (Laura & Marsha)
Retno Ratih Damayanti (Habibie & Ainun)
Andhika Dharmapermana (Belenggu)

Film Pendek
Dino (Edward Gunawan)
Gazebo (Senoaji Yulius)
Pohon Penghujan (Andra Febrianto)
Simanggale (Donni Arlen)
Tikus (Khusnul Khitam)

Dokumenter Pendek
Split Mind (Andri Sofyansyah)
Dongen Sebuah Batik (Ony Wahyu Pahlevi)
Pahare (Juwita Sari)
Manisnya Garam (Eryawan Sri Martono)
The Man Comes Around (Adhi Saputra)

Dokumenter Panjang
Mangga Golek Matang di Pohon (Toni Trimarsanto)
Superglad Rock Together (Andi Bachtiar Yusuf & Mega Setiawati)
Jejak Nusantara Eps. Teknologi Para Leluhur (Yoga Nugraha)
Batak Perjalanan Ke Tanah Leluhur (Mahatma Putra & Tasha May)
Denok & Gareng (Dwi Susanti Nugraheni)

Animasi Pendek
Florist (Panji Saifullah)
Hebring dan Bagol (Marlin Sugama & Dennis Adhiswara)
Inspektur Joni (Muhammad Fajar)
Kripik Sukun Mbok Darmi (Heri Kurniawan)
Sang Supoter (W. Darmawan)
Selengkapnya -->
 
Diberdayakan oleh Blogger.

postingan

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

------author------

yang ngikut

translite bahasa

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

© 2010 my.mus movie blogger Design by my.mus Artcybers
In Collaboration with moesleamSlimstationslee mind coll